Renungan


Translate

Mantram dan Sloka Ke Esaan Tuhan menurut Hindu

Oleh Vedanta Yoga pada 4 September 2011 pukul 16:47

OM Swastyastu
--- Ya Tuhan, Semoga Engkau selalu memberikan perlindungan ---

Dalam ajaran Hindu ada Panca Sradha (lima keyakinan) yaitu :

1. Percaya adanya Brahman / Entitas Tuhan yang berada di luar jangkauan pemikiran dan indra.
2. Percaya adanya Atman / Roh yang ada di semua makhluk.
3. Percaya adanya hukum Karmaphala (Karma=perbuatan, phala=hasil/buah) yaitu hukum sebab akibat.
4. Percaya adanya Punarbhawa / Reinkarnasi yaitu putaran roda kehidupan.
5. Percaya adanya Moksha yaitu pembebasan dari keterikatan.

Maaf, malaikat bukanlah Dewa, padanan dari malaikat menurut arti kata sejauh yang saya ketahui adalah Bhatara, yaitu kekuatan pelindung yang memiliki tugas-tugas tertentu untuk memastikan bekerjanya jagat raya ini.


Tuhan dalam ajaran Hindu tidaklah spesifik, bukan suatu sosok tertentu yang terpisah dari jagat raya ini. Dia adalah pemilik segalanya sekaligus Dia adalah segalanya, sumber segala sumber dan tujuan akhir dari segalanya. Dia hening, tenang tak tergoyahkan, tak tersentuh, tetap seimbang, tak terpikirkan.

Ketika Dia menunjukkan salah satu kekuatan Nya, manusia mellihatnya sebagai Sinar. "Dewa" berasal dari akar kata "Div" yang berarti sinar. Maka sinar suci Nya yang dapat di tangkap oleh manusia inilah disebut "Dewa" dan untuk dapat dibedakan sesuai sifat dari sinar suci tersebut maka diberikanlah sebutan-sebutan atau nama. Kekuatan dari sinar suci ini, diidentifikasi dan diberikan sebutan "Bhatara" berikut juga dengan sebutan dan nama.Mantram dan Sloka tentang Ke_Esa_an Tuhan.

EKAM SAT WIPRA BAHUDA WADANTI, AGNIM YAMAM MATARISWANAM.
( Reg Weda Mandala I Sukta 164, mantra 46 )
Tuhan itu hanya satu adanya, oleh para Resi disebutkan dengan berbagai nama seperti: AGNI, YAMA, MATARISWANAM.

EKAM EWA ADWITYAM BRAHMAN. 
( Upanishad IV.2.1.)
Tuhan itu hanya satu tidak ada duanya.

NARAYANAD NA DWITYO 'ASTI KASCIT. 
( Narayana Upanishad.)
Narayana tidak ada dua- Nya yang hamba hormati.

Sumeta visva ojasa patim divo
ya eka id bhur atihir jananam,
sa purvyo nutanamo aji gisan
tam vartanir anu vavrta eka id
(Sama Veda, 327)
Marilah datang bersama, engkau semua, dengan semangat kuat pada Penguasa Langit.
Dia yang hanya Esa, tamu semua orang.
Dia yang purba ingin kembali baru. Kepada-Nyalah semua jalan perpaling, Sesungguhnya Dia Esa belaka.

Yo nah pita janita yo nidhata,
dhanani veda bhuvanani visva,
yo devanam namadha eka eva,
tam samprasnam bhuvana yantyanya
(Rg Veda X. 83. 3).
Oh, Bapa kami, Pencipta kami, pengatur kami yang mengetahui semua keadaan, semua apa yang terjadi,
Dia hanyalah Esa belaka memikul nama bermacam-macam dewa.
Kepada Nyalah yang lain mencari-cari dengan bertanya-tanya.

Indram mitram varunam
agnim ahur atho divyah
Ekam sad vipra bahudha vadantyagnim yarnam mata-risvanam ahuh
(Rg Veda 1.164.46).
Mereka menyebut Indra, Mitra, Varuna, Agni dan Dia yang bercahaya, yaitu Garutman yang bersayap elok, Satu Kebenaran itu (Tuhan) orang bijaksana menyebut dengan banyak nama seperti Agni, Yama, Matarisavan.

Tad evagnis tad adityas
tad vayus tad u candramah,
tad eva sukra tad brahma
ta apan sa prajapatih
(Yajur Veda 32.1).
Agni adalah Itu, Aditya adalah Itu,
Vayu adalah Itu, Candrama adalah Itu,
Cahaya adalah Itu, Brahman adalah Itu,
Apah adalah Itu, Prajapatilah Ia.

OM TWAM SIWAH TWAM MAHADEWAH, 
ISWARAH PARAMESWARA,
BRAHMA WISNUSCA RUDRASCA, 
PURUSAH PARIKIRTITAH,
Engkau disebut Siwa, Mahadewa, Iswara, Parameswara, Brahma dan Wisnu dan juga Rudra.
Engkau adalah asal mula dari segala yang ada.

Banyak orang yang menanyakan kepada orang lain, dimanakah Tuhan? Ada yang mengatakan, Dia tidak ada, yang lainnya mengatakan Dia berbahaya. Wahai umat manusia, ketahuilah bahwa Dia-lah yang menebus dosa-dosa umat manusia dan memberikan kehidupan, Dia adalah Tuhan. Rgveda : 2.12.5


Tuhan memiliki ribuan kepala, ribuan mata demikian pula ribuan kaki. Ia tersebar di seluruh penjuru bumi, memiliki 10 jari yaitu Panca Maha Butha dan Panca Tanmantra yang juga berada di luar jagat raya ini.
Rgveda : 10.90.1


Bagi mereka yang pikirannya dipusatkan kepada Yang Tak Terwujud, kesulitannya lebih besar, karena sesungguhnya jalan dari Yang Tak termanifestasikan sukar dicapai oleh orang yang mempunyai badan jasmani.
Bg 12-5

Bhagavata Purana 10.40.7
Para bhakta berdoa, “Yajanti tvam maya vai bahu murtyeka murtikam, Tuhanku, meskipun Anda mewujudkan diri dalam berbagai macam rupa dan bentuk, tetapi Anda tetap satu tiada dua, dan kami hanya menyembah diri-Mu saja”.

Banyak gelar lagi yang dipersembahkan oleh umat Hindu kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai:
Sang Hyang Parameswara (Raja Termulia),
Parama Wisesa (Maha Kuasa),
Jagad Karana (Pencipta Alam) dan lain- lainnya.
Sebagai Pencipta Ia bergelar Brahma (Utpati),
sebagai Pemelihara dan Pelindung (Sthiti) Ia disebut Wisnu dan
Dalam fungsi atau kekuasaan- Nya mengembalikan segala isi alam ini kepada sumber asalnya (pralina) Ia bergelar Siwa

Tuhan yang Esa ini dipuja orang dengan berbagai cara, di berbagai tempat dan dalam berbagai aspek dan perwujudannya. Dewa-dewa itu adalah aspek dari Yang Esa. Hindu menggunakn simbul eksternal ketika berdoa. Orang Hindu akan mengatakan bahwa gambar membantu pikirannya dalam berkonsentrasi pada yang dipujanya. Ia tahu, seperti anda juga tahu, bahwa gambar dan patung bukan Tuhan. Patung tidak bisa berada dimana-mana seperti Tuhan.

Dari Penjelasan diatas ada pertanyaan yang mesti di pertegas agar tidak salah tafsir oleh generasi muda nantinya, pertanyaan ini muncul dari seorang non Hindu,

ini gimana maksudnya ya?? jelasin dunk..

1. ( Upanishad IV.2.1.)

Tuhan itu hanya satu tidak ada duanya.

2. Tuhan memiliki ribuan kepala, ribuan mata demikian pula ribuan kaki. IA TERSEBAR di seluruh penjuru bumi, memiliki 10 jari yaitu Panca Maha Butha dan Panca Tanmantra yang juga berada di luar jagat raya ini.
Rgveda : 10.90.1

Tuhan katanya 1 tapi kok tersebar yo??


Penjelasnnya sebagai berikut tentang Upanishad IV.2.1 dan Regveda 10.90.1 :
Tuhan adalah Kepribadian yang Esa, namun Tuhan adalah sumber dari semua ciptaan dan meresapi semua ciptaan_Nya tanpa kecuali.
itu kenapa Beliau dikatakan memiliki ribuan kepala,mata, dan kaki. ya karena Tuhan tidak terbatas, ada dimana mana sebagai segala hal yang tidak dapat dihitung jumlahnya, oleh itu kenapa Tuhan disebut Maha Kuasa dan Tak Terbatas.


Yang intinya mengartikan bahwa Semua Mahluk di Bumi maupun di angkasa sana, Beliau selalu ADA dalam berbagai nama dan bentuknya baek positif maupun negatif yg tak terbatas (sifat-sifat Tuhan yang Maha Mulia, Maha Kuasa, Maha Pengasih dan tiada terbatas ) , karena kekuatan manusia untuk menggambarkan Sang Hyang Widhi sangat terbatas adanya. Maka Maha Rsi-Maha Rsi kita hanya mampu memberi sebutan dengan banyak nama menurut fungsiya. 


Sebagai dikatakan dalam pustaka suci Weda:

“EKAM EVA ADWITYAM BRAHMAN”
yang artinya “Hanya satu (Ekam eva) tidak ada duanya (Adwityam) Hyang Widhi (Brahman) itu”

“EKO NARAYANAD NA DWITYO’STI KASCIT”
artinya “Hanya satu Tuhan sama sekali tidak ada duanya”. Dalam lontar Sutasoma juga disebut “Bhineka Tunggal Ika, tan hana Dharma mangrwa”, yang artinya, “Berbeda-beda tetapi satu, tidak ada dharma yang dua”. Juga dikatakan

“EKAM SAT WIPRAH BAHUDA WADANTI”, artinya “Hanya satu (Ekam) Sang Hyang Widhi (Sat), namun orang bijaksana (viprah) menyebutkan (wadanti) dengan banyak nama (bahuda)

Mungkin itu dulu yang bisa saya sampaikan dari Tulisan teman kami yang sangat bermanfaat ini.

OM Shanti Shanti Shanti OM
--- Ya Tuhan, Semoga Damai di Hati, Damai di Dunia, Damai untuk selamanya ---

Referensi tambahan:
Widhi Tatwa (Filsafat Tentang Sang Hyang Widhi)

Artikel Terkait

51 comments:

  1. Islam.mengajarkan tuhan itu esa yaitu Allah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu sih bukan esa, cuma satu nama saja. satu nama dr satu wujud yg blm diketahui.

      Esa menurut Hindu adalah Dia yg tanpa batas dan tanpa wujud, tanpa nama, tapi demi memudahkan manusia maka ada nama-nama. Dewa2 adalah manifestasi Tuhan yg Esa.

      Delete
    2. Berarti ada kesamaan seperti Islam, tidak ada yang serupa dengan Tuhan... Seperti ayat Al-Qur'an yang ini...

      “ Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya (baik dari satu segi maupun semua segi), dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai- Nya ”. (QS. as-Syura: 11)

      Kemudian untuk memudahkan manusia maka ada nama-nama, ini ayat Al-Qur'an nya juga brother...

      “Hanya milik Allah nama-nama (asmaul husna), maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut nama-nama (asmaul husna) itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al A’raf 7:80)

      Jadi, kalau berdasarkan kitab suci Weda maupun Al-Qur'an, maka banyak kesamaan dalam pemahaman tentang Ke Esaan Tuhan...

      Tapi, dalam praktik penyembahan kita berbeda brother...

      Delete
    3. Tambahan lagi dikit brother...

      هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاء الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
      “Dialah Allah yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-nama yang paling baik. Bertasbih kepadaNya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al Hashr 59:24)
      .
      اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْأَسْمَاء الْحُسْنَى
      “Allah! Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, bagi-Nyalah segala nama yang baik.” (QS. Taha 20:8)

      Delete
    4. Cara penyembahan beda, justru kami tdk permasalahkan karena apa tujuan nyembah sebenarnya? Tuhan tdk perlu disembah, apalagi dikatakan Tuhan tanpa wujud, bagaimana bisa nyembah yg tanpa wujud. Walupn demikian tdk salah nyembah tanpa wujud, walaupun sedikit agak salah kaprah. Praktik yg lebih luas justru lebih tepat seperti meditasi, bhakti, tdk harap pahala, dll. Karena yg dicari adalah kesadaran rohani, Tuhan itu Rohani.

      Delete
  2. Sebenarnya Tuhan itu satu dan tidak beranak dan tidak pula diperanakkan tidak ada rupanya karna dia bersifat gaib......dan dewa tu adalah utusan Tuhan bukan manipulasi dari Tuhan lok demikian brrti Tuhan tu banyak donkkk....karna Tiada rupa bagi tuhan......

    ReplyDelete
    Replies
    1. Konsep Tuhan seperti itu masih seputar Satu mahluk tertentu yg tdk bisa beranak, dg rupa yang....
      Tdk ada yg menyerupai...
      sehingga Mahluk tsb. tdk banyak, jadi hanya satu (esa).


      Bedakan dg Konsep Tuhan Esa dr Hindu.
      Esa menurut Hindu adalah Brahman, Dia (Maha Spirit / Rohani / non material) yg tanpa batas dan tanpa wujud, tanpa nama, kekal sebagai sumber segala yg ada, tapi demi memudahkan manusia maka ada nama-nama.
      Dewa2 adalah manifestasi Tuhan yg Esa. Dewa2 dan Avatar memiliki kesadaran spirit yg tinggi / tertinggi. Manifestasi = spirit + materi (wujud)

      maaf sekedar menjelaskan, membantu sedikit penjelasan artikel diatas.

      Delete
    2. Bung.. makhluk itu diciptakan bung.. sedangkan Allah adalah tuhan yang esa.. yang tidak berwujud.. yg tidak menyerupai apapun.. emang gak baca ayat alQuran diatas ya..?? Gak bisa baca ya..?? Seenaknya bilang makhluk..?? Coba ditelaah lagi ari brahman apa..?? Arti wishnu apa..?? Dr bahasa aslinya..?? Jangan2 artinya sama yaitu tuhan.. arti sama.. tp beda penyebutan..!! Coba difahami lagi agamanya.. kalo memang tuhannya satu.. kenapa yg disembah banyak..?? Bukannya menyebut satu tuhan itu lebih mudah ya. Drpada menggunakan banyak dewa..?? Akhir e rancu pemahamannya.. sebenare tuhan itu banyak.. apa satu..??

      Delete
    3. ari.
      kalau tdk berwujud kenapa bilang tdk menyerupai, tdk beranak.. Apalgi bilang banyak Tuhan karena ada banyak dewa. Jelas anda masih berangapan Tuhan itu suatu wujud.

      Delete
  3. Dalam Bhagawadgita, Tuhan itu diberi nama Krishna. Kalau Tuhan tidak berwujud dan tidak berupa itu disebut Brahmajyoti.

    Dan ingat, Hindu hanya mengenal 1 Tuhan saja. Memang Tuhan bermanifestasi menjadi semua hal. Dewa, Bhatara, bahkan ada dalam setiap diri manusia. Semua yang fana dan tidak. Tuhan itu satu, seperti matahari. Tapi sinarnya memancar kesemua arah. Mau dimanapun juga. Ada yang merasakan panasnya. Ada yang merasakan silaunya. Tapi "panas" dan "kilau" itu bukan matahari kan? Panas dan kilau itu hanya sifatnya saja. Matahari ya hanya satu saja.

    ReplyDelete
  4. jgn di bandingkan makna tuhan menurut islam dan hindu,,itu tidak akan pernah ketemu jadi intinya percayailah agamamu masing2 jgn membandingkan tuhan menurut agamamu dgn agama lain.tuhan hindu ya hindu,,tuhan islam ya islam,,,,jgn diperdebatkan,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kata kata anda tegas dan tepat sasaran. Saya setuju sekali
      Muslim yg mengolok olok tuhan sesembahan kepercayaan lain itu belum mendalami kitab suci mereka.
      Padahal dalam AlQuran sendiri sudah dijelaskan untuk tidak boleh menghina sesembahan agama yang lain (6:108)
      Dan di dalam surah yang lain pula sudah dijelaskan juga tentang prinsip "bagimu agamamu dan bagiku agamaku (QS 109:6)"
      Semoga kedamaian tercurah bagi kita semua.

      Delete
    2. Kata kata anda tegas dan tepat sasaran. Saya setuju sekali
      Muslim yg mengolok olok tuhan sesembahan kepercayaan lain itu belum mendalami kitab suci mereka.
      Padahal dalam AlQuran sendiri sudah dijelaskan untuk tidak boleh menghina sesembahan agama yang lain (6:108)
      Dan di dalam surah yang lain pula sudah dijelaskan juga tentang prinsip "bagimu agamamu dan bagiku agamaku (QS 109:6)"
      Semoga kedamaian tercurah bagi kita semua.

      Delete
    3. Kata kata anda tegas dan tepat sasaran. Saya setuju sekali
      Muslim yg mengolok olok tuhan sesembahan kepercayaan lain itu belum mendalami kitab suci mereka.
      Padahal dalam AlQuran sendiri sudah dijelaskan untuk tidak boleh menghina sesembahan agama yang lain (6:108)
      Dan di dalam surah yang lain pula sudah dijelaskan juga tentang prinsip "bagimu agamamu dan bagiku agamaku (QS 109:6)"
      Semoga kedamaian tercurah bagi kita semua.

      Delete
    4. Singkatnya. Tuhan maha esa itu satu. Tapi sipatnya yg berbeda".
      Maknya sifat ciptaannya juga beda"haaaa

      Delete
    5. Singkatnya. Tuhan maha esa itu satu. Tapi sipatnya yg berbeda".
      Maknya sifat ciptaannya juga beda"haaaa

      Delete
  5. klu memang umat hindu dan para resi atau aplah nama'y menganggap Tuhan itu esa..dan nama yg lain2/nama2 dewa2 itu hanya julukan'y aj..itu benar/sama kaya agama islam Nama Allah itu ada 99 nama disebut asmaul husna/nama2 sebutan tuhan berdasarkn fungsi'y..spt ya kholik:pencipta, ya Malik:raja firaja/yg mrajai alam semesta,ya Rokman:yang maha pengasih..tp dalam isalm nama itu hanya mlambangkn sifat dan kuasa..Tuhan itu Tetap satu yaitu: Allah..klemahan/kesalahn umat hindu nama dewa trsb yg katanya cuma mlambangkn manivestasi/perwujudan Tuhan itu punya kuasa yg beda..antara satu dg lain beda kasta/kedudukan satu samalain ad yg lbi rendah dan yg lbi tinggi/hebat..pdhl kata'y dari asal yg sama(cuma nama lain Tuhan) klu dalam asal yg sama(keEsaan Tuhan) harus'y spt islam..nama2/manivestasi Tuhan hanya sebuah penyebutan..satu sama lain Tidak saling berkuasa/berkasta/berkedudukan..karna berasal dari asal yg sama..kr yg disebut dg sbutan lain jg spt ya rokman,ya rokim,ya malik dll y minta'y/fokus'y sama Allah itu sendiri...tidak ad bedaya...nama itu cuma sanjungan/pujaan/manifestasi..mungkin bisa jd agama hindu jg di ilhamkn oleh Allah kpd manusia/resi/brahmana atau apalah...sblm ia Menurukan ajaran'y yg sejati/yg sepurna(islam)..spt Allah menurunkan ajaran2 yg lain: taurot(yahudi),injil(nasrani) dan jabur ajar'y nabi dawud..tp Allah tlah mengabarkn dlm Al Quran bahwa tlh Ia turunkn agama yg telah Tuhan/Allah sempurnakn ya itu yg bernama Islam dg kitab yg telah Ia turunkn Al Quran..n sbg agama dan ajaran peyempurna dr ajarn Ia/Tuhan/Allah ajarkn..mungkin sblm islam(Al Quran) turun..ajaran selainya ga masalah..tp setelah ajaran'y yg sempurna Turun(Al Quran) ajaran yg lain sdh tdk Tuhan/Allah ridoi..kr blm sempurna..kr ajaran selain Al Quran masi blm lengkp/sempurna..contoh dlm ajaran hindu blm mengetahui nama Tuhan,baru tau nama Tuhan itu sanghiang widiwase artinya pencipta alamsemesta..dan masi blm lengkp ajarn'y masi menghalalkn babi/ular/anjing utuk d makn..dan masi banyak yg blm sempurna..bgtu jg dg ajaran nasrani..blm d kasi Tau cara ibadah sholat yg benar..dan masi banyk kekurangn pula ajarn'y..dlm kitab Tauro dan Jabur juga..Tuhan blm sempurnakn ajaran'y..memang semua berasal dr Allah/Tuhan...tp kitab sblm'y blm sempurna...stlh Allah/Tuhan menurunkn ajaran'y yg sempurna...semua manusia diwajibkn mengamalkan'y...jika tidak Tuhan Tidak rido..kr Dia tlh menyempurnakn ajaran'y..mengapa mengambil yg blm sempurna...Diditulah Tuhan tidak rifo dan murkah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya Saudara Sugiyono cukup tertarik dengan artikel ini.
      Ada baiknya Anda belajar Weda dulu sebelum membandingkan dengan Alquran.
      Maaf, bukan provokasi anda belajar Agama Hindu cuma saya ga dapet logikanya. Gimana anda bandingkan Islam dengan Hindu. Kaya bandingkan Apel dengan Jeruk meskipun sama sama buah?????

      Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Hanya pengakuan manusia aja ini dan itu Sempurna....!!!! kaya pesulap di TV aja.

      Saran saya...teguhkan pada keyakinan Anda pada Agama Islam. Jangan tengok kanan kiri supaya Tuhan Anda ga Murkah..

      Salam, semoga damai selalu.

      Delete
    2. Weda telah ada jauh sebelum kitab-kitab agama lain dibuat dan/atau ditemukan. Dan tidaklah dapat dipastikan kitab-kitab baru itu lebih sempurna. Seperti anak TK sekarang ataupun Anda yang jago main gedget/main komputer. Apakah dia bisa dikatakan lebih pintar dari Albert Einstain, Newton, ataupun Thomas Alfa Edison yang tidak bisa komputer???

      Delete
  6. Apakah Tuhan pernah marah? Bukannya Tuhan maha pengasih lagi maha penyayang. Terus kenapa Tuhan jadi marah?

    ReplyDelete
  7. Hindu. Jika anda pernah membaca kitab Veda anda pasti akan ketemu dengan kata BRAHMAN. nah Brahman itulah Tuhan. Dalam kitab Veda pula tidak pernah disebutkan ada kata Sang Hyang Widhi. Sang Hyang Widhi adalah nama lain dari Brahman sebagai Tuhan Yang Eka hanya ada Dinusantara merupakan kebudayaan prahindu yang dipertahankan. Untuk menilai Tuhan itu seperti apa sebenarnya caranya sangat mudah. Anda ngga perlu beragama ini atau itu. Tapi anda perlu berketuhanan. Layakna orang buta menilai bentuk dari gajah. Jika dia mengambil belalaina maka dia akan berfikir gajah itu seperti ular jika dia mengambil ekorna dia akan berfikir gajah otu seperti ekor sapi dll. Demikian manusia itu terbatas tidak mampu menggambarkan kesempurnaan Tuhan. Karena itu muncullah berbagai tafsir terhadap keekaan Tuhan. Tuhan itu ada tapi tak ada

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju...
      Jdi paham maksudnya..
      Bisa diterima logika...
      Memang seperti itulah manusia mencari tuhannya..
      Seperti orang buta mengapresiasikn apa yg ditangkapny dgn nalar..
      Maka terciptalah bentuk tuhan dlm masing2 agama...
      Suatu saat ingin banyak tau ttg ajaran agama ini utk menambah wawasan...
      Thanks bro...

      Delete
  8. Alam yg akan menjawab ! Tdk usah pusingkan tuhan ! Tuhan ada didlm dirimi sndiri.

    ReplyDelete
  9. Percaya saja pada keyakinan kita , agama yg kita anut, tanpa perlu membandingkan dgn ajaran yg lain,..

    ReplyDelete
  10. Setiap ajaran percaya dengan satu Tuhan. Jadi percayailah Tuhan mu jangan percayai Tuhan lainnya agar pikiranmu tidak dikotori perbedaan.
    siapa Tuhan sesungguhnya???
    Ada yg pernah melihat???

    Ada yg tahu gatot kaca????
    dari manakah dia berasal???
    siapa yg mengakuinya???

    ReplyDelete
    Replies
    1. BGiku tuhan itu sri krisna sndiri... Bliau adalah bhagawan bliau hmpir serupa sprti manusia tpi bliau Bsa lbih mbesar...

      Delete
  11. Saya butuh waktu cukup lama untuk memahami artikel ini, sekitar 2 jam, karna saya ulang hingga 4 kali. Dan merupakn wawasan tersendiri bagi saya.

    Saya seorang nasrani, cukup banyak pengajaran Teologi yang saya dalami sendiri. Sehingga saya mendapat kesimpulan jangan bahwa Dia tidak bisa kamu logikakan tapi harus di rasakan.

    Dari beberapan komen yang saya baca, dan ada yang cukup panjang (mohon maaf saya tidak bermaksut)
    Bacalah artikel ini jangan menggunakan nafsu untuk mencari kebenaran. Karna Karna saya yakin anda tidak akan menemukanya.

    Jika anda dari apa yang saya dalami, Tuhan sebaiknya jangan di artikan dengan logika, cukup rasakan.

    Ketika anda mendefinisikan Ia dan menyangkutkanya dengan logika anda, maka yang anda temukan hanyalah tuhan dari Ciptaan anda, bukan Tuhan yang menciptalan anda.
    Salam damai. God bless You 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. tepat sekali baca dengan mata hati. Terimakasih.

      Delete
  12. Semoga kita slalu hidup damai dlm perbedaan,, itu smua akan terwujud jika kita sm2 mengerti tentang keyakinan orang lain.. Jgn hanya dilihat dengan mata kemudian kita lgsg menyimpulkan keyakinan org lain jelek.. Hindu nyembah patung, Islam sholat nungging dan ngelemparin kubus, dll.. Kl kita sling mengerti hidup kita pasti akan damai dlm perbedaan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju sekali, kita semua sama2 umatNYA, hanya berbeda jalan saja, tpi semua tujuanny sama, menuju kepadaNYA, mari kita jaga kerukunan umat d negeri ini, saling menjaga satu sama lain, dan saling menghormati satu sama lain untuk melaksanakan ajaran2 agama masing2

      Delete
    2. Perkara nanti mana yg sampai kepadaNYA, biarlah DIA yg MAHA KUASA menilani jalan masing2 makhlukNYA, itu bukan hak kita apalagi sampai mengolok2 umat lain

      Delete
  13. Perbedaan adalah Rahmat..Nabi Muhammad SAW selalu mengajarkan Hormati saudaramu meski ia berbeda keyakinan denganmu..Suatu hari Rasulullah Muhammad SAW mempunyai tetangga seorang Yahudi..beliau berkata Kalau kalian menyakiti hati tetangga saudara yahudi ini sama artinya kalian menyakiti hatiku..Tujuan kita Hidup hanya untuk beribadah menyembah tuhan..Walaupun Cara kita berbeda tapi tetap satu Tujuan Tuhan yang Esa..Mari kita beribadah menurut keyakinan kita jangan saling mengusik jangan saling mengganggu..Islam mengajarkan kita Lakumdinnukum Waliadin..Untukku Agamaku Untukmu Agamamu..Jadi sekarang Beribadahlah kita sesuai kepercayaan kita masing masing insyaallah suatu saat pasti akan dapat jawabanya..Kita semua adalah orang beragama yang salah itu Orang yang beragama tapi tidak pernah menjalankan ibadah agama masing masing..dan yang lebih salah lagi orang yang tidak punya agama..jadi bersyukurlah masih punya agama..Semoga Allah (Tuhan yang maha esa) merahmati kita semua aamiin

    ReplyDelete
  14. Aku adalah Kamu ___Kamu adalah Aku.
    Kita Satu Ciptaan TUHAN,
    Mahluk paling sempurna ciptaan TUHAN,
    Maka dari itu cintailah kesempurnaan ciptaan TUHAN,
    Tanpa membeda bedakan A,B,C,D,E.
    Semoga kita semua selalu dalam lindungan TUHAN.

    ReplyDelete
  15. Jika agama mu adalah agama mu dan agama ku adalah agamaku kenapa orang islam sibuk dakwah ingin menyebarkan islam, dan takut orang islam pindah agama?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf mas, tidak ada yg takut misalkan ada yg keluar dari agama kami, kamipun tidak memaksa orang lain masuk islam, kami hanya menyampaikan petunjuk jalan bagi mereka2 yg salah arah dan terlepas dari rahmat ALLAH, adapun bila anda dan yg lain merasakan rahmat ALLAH itu ada dari keyakinan agama anda, maka kamipun jg tidak mempermasalahkan hal itu karena itu hak anda, bila ada oknum2 dari umat islam memaksa dan mendebat umat lain lalu menyuruh masuk islam apalagi dengan paksa, yakinlah oknum2 itu tidak mewakili kami sebagai umat islam, terima kasihh

      Delete
  16. Salam sejahtera,Saya orang islam, saya tertarik dengan sloka ini :

    Bagi mereka yang pikirannya dipusatkan kepada Yang Tak Terwujud, kesulitannya lebih besar, karena sesungguhnya jalan dari Yang Tak termanifestasikan sukar dicapai oleh orang yang mempunyai badan jasmani.
    Bg 12-5

    Saya ingin tanya kepada umat Hindu,bagaimana cara ada mengatasi kesulitan menyembah tak berwujud itu ?

    ReplyDelete
  17. assallmualaikum Salam rahayu swasteastu untuk kalian kalia semua jangan berdebat masalah agama tidak akan ada habisnya ingat ini adanya bermacam macam manusia adanya bemacam macam agama adanya alam semesta ini semua itu sudak kehendak sang pencipta alam jagad ini intinya fungsinya agama itu bagi manusia sebagai membenahi aklak manusia supaya tidak saling menyakiti hati sesama dan dituntut berubah labih baik secara prilaku dan perlu di ingat sang maha kuasa memandang manusia baik dan buruknya tidak dari agama tapi dari hati kalian semua maka kalian semua jangan saling bertengkar yg bisa menimbulkan hati seseorang terluka dan bisa menimbulkan perpecahan kalian semua harus mempunyai sifat hormat dan menghargai sebagai sesama cipta.anya

    ReplyDelete
  18. assallmualaikum Salam rahayu swasteastu untuk kalian kalia semua jangan berdebat masalah agama tidak akan ada habisnya ingat ini adanya bermacam macam manusia adanya bemacam macam agama adanya alam semesta ini semua itu sudak kehendak sang pencipta alam jagad ini intinya fungsinya agama itu bagi manusia sebagai membenahi aklak manusia supaya tidak saling menyakiti hati sesama dan dituntut berubah labih baik secara prilaku dan perlu di ingat sang maha kuasa memandang manusia baik dan buruknya tidak dari agama tapi dari hati kalian semua maka kalian semua jangan saling bertengkar yg bisa menimbulkan hati seseorang terluka dan bisa menimbulkan perpecahan kalian semua harus mempunyai sifat hormat dan menghargai sebagai sesama cipta.anya

    ReplyDelete
  19. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  20. aku mau masuk hindu. ternyata moyangku bener selama ini. dan aku keblinger. selamat tinggal allah ta'alla.

    ReplyDelete
  21. Bagaimana bisa dikatakan Tuhan tidak berupa..? Lalu wujud alam semesta ini dari mana klu bukan dari dia yg MaHA WUJUD...ALLAH maha nyata dan maha gaib, bukan rohani bukan pula jasmani sendiri..engkau mempunyai wujud,lalu bagaimana tuhan engkau katakan Tak berwujud...berbuat baiklah dan berbuat benarlah dalam hidup ini..itu lebih baik bagimu daripada menyangka dan mengdefenisikan tuhan yg tidak sedikitpun engkau tahu tentangnya..ALLAH maha nyata melebihi kenyataannya dirimu dan nyatanya alam ini...belajar dulu 20 sifat ALLAH semampu mu, lalu 99 nama ALLAH, llalu klu bisa pahamilah nafsiah,salbia,ma'ni, ma'nawiah..lalu Sifat ARRAHMAN dan ARRAHiM..dan semua itu menjadi 1 wujud dan dari Wujud yg satu terpancar cahaya diatas cahaya, yg sebenarnya wujud2 DIA juga..dan tidak terlepas dari DiA..DiA menyaksikan DiriNYA sendiri..dan tiada sekutu bagiNYA..hanya ALLAH yg mengenal ALLAH..malaikat2 ALLAH ataupun DEWA2 tak pernah berpisah dengan ASAL nya..ya itu DIA juga..DIA lah Yg awal dan dialah yg AKHIr..Dialah yg tak berawal dan tak berakhir..Dia tiada permulaan dan dia tiada berkesudahan...setelah semua rahasia tersingkap dan setelah semua tirai terangkat...kamu akan tahu bahwa ADAM awalnya tidak ada dan akhirnya pun ADAM tiada...menurun dan mendaki membuat perjalananmu letih dan lelah untuk sampai dari mana asalmu dan kemana engkau pulang.....semua yg dari ADAM akan kembali kepada ADAM..dan ADAM sendiri yg akan kembali kepadaNYA...dan ADAMpun tiada...DIAlah yg AWAL dan DiAlah yg akhir...ALLAH tiada berawal dan tiada berakhir...Agama bukan sekedar kata2 tuk dipertengkarkan, klu masih mengenal kulit,janganlah mengira2 isinya..klu sudah berISI..perbuatan adalah penjabaran dari isi..tak perlu banyak bicara klu baru diujung ranting, sedangkan masih banyak ranting dan cabang lain disisi yg lain walaupun dalam satu pokok pohon...ranting tak mengerti tentang daun,dan daun tak mengerti tentang akar, namun inti pokok pohon mengerti semua tentang pohon itu..karna pohon itu adalah dia semua...bukan ini saja atau bukan itu saja......MAN AROFA NAFSAHU FAQOD AROFA ROBBAHU

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klau dia bkan rohani bliau apa nmyanya itu tuhan itu gk onya wujud ea pntes aja sbenernya wujud tuhan itu sifatnya rohani mutlak....

      Delete
  22. Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa saya ini HANDAYANI SAID seorang TKI dari malaysia dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar IBU DARNA yg dari singapur tentan AKI SYHE MAULANA yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya saya juga mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor toto 6D dr hasil ritual/ghaib dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus dan menang RM.230.000 Ringgit ,kini saya kembali indon membeli rumah dan kereta walaupun sy Cuma pembantu rumah tanggah di selangor malaysia , sy sangat berterimakasih kepada AKI SYHE MAULANA dan tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui AKI MAULANA saya juga sudah bisa sesukses ini. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, ini adalah kisah nyata dari seorang TKI, Untuk yg punya mustika bisa juga di kerjakan narik uang karna AKI MAULANA adalah guru spiritual terkenal di indonesia. jika anda ingin seperti saya silahkan kunjungi situs/website AKI MAULANA ~>KLIK DISINI<~  yg punya rum terimakasih atas tumpangannya.

    ReplyDelete
  23. Yajurweda 32 : 3 "Na Tasya Pratima Asti"(bagi Tuhan itu tidak ada pratima (Pratima = gambar, pahatan, berhala, patung)). Kenapa nggk disebutin?
    Di Manusmirti dan Purana Tuhan ada gambar. Kalo berkontradiksi kenapa diikutin, masih awam sok" nge-share ayat Weda wkwkwkwk

    ReplyDelete
  24. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  25. Ayat RigWeda yg menyebutkan namanya Alloh nggk disebut. Di salah satu Upanishad dg nama Alloupanishad nggk disebut. pas ayat Weda dan Upanishad bilang Alloh nggk di share.Saran saya ngasi info yg lengkap.
    kalo kebenaran nggk usah ditutupi. jika Anda belum punya Weda dan Upanishad dg lengkap tak kasi minjem. supaya nggk ngasi info setengah"

    ReplyDelete
  26. kita hanya mampu memberi sebutan dengan banyak nama menurut fungsiya.

    ReplyDelete
  27. Jgn mudh ter profokasi....fokus pd pndirian n keyakinn msing2 ktnya negara bineka.....hadehhhhhh..msh ad orng PEAK.....kita smua saudara indonesia

    ReplyDelete
  28. Jgn mudh ter profokasi....fokus pd pndirian n keyakinn msing2 ktnya negara bineka.....hadehhhhhh..msh ad orng PEAK.....kita smua saudara indonesia

    ReplyDelete

Boleh berkomentar panjang lebar, silahkan!Tulisan ini mungkin sinis tapi mudah-mudahan bisa memberi pengertian dan kesadaran untuk lebih mencintai Agama,Tanah Air, Bangsa dan Nusantara. Mencintai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Darma Mangrwa, budaya serta peninggalan-peninggalan leluhur seperti Candi-candi, Pura, Puri, Purana ataupun yang lainnya.